Niatkanlah Menjalankan Ibadah Umroh Ibadah Kepada Allah SWT

Kategori │Umroh

Niatkanlah Menjalankan Ibadah Umroh Ibadah Kepada Allah SWT - Saya berniat Umroh! Saudaraku, semoga kalimat tersebut dapat dijadikan sebagai tonggak dalam hati bahwa anda berniat betul-betul untuk mengemban umroh di tahun mendatang. Selanjutnya anda setia merawat niat itu dengan sekian banyak action supaya Allah Yang Maha Kaya, segera memberangkatkan anda berumrah ke Tanah Suci, aamiin.




Baca juga : Inilah Keistimewaan Dari Ibadah Umroh

Labbaik
Allahumma Labbaik
Labbaika
Laa syariika laka labbaik
Innal hamda wa nikmata laka wal-mulka
Laa syarii ka laka.

Aku datang memenuhi panggilan-Mu
Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu
Aku datang memenuhi panggilan-Mu
Tidak ada sekutu bagi-MU, aku datang memenuhi panggilan-Mu
Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu
Tidak ada sekutu bagi-Mu

Lihat juga :
> http://www.cruzroja.es/creforumvolint_en/user/profile/19510.page
> https://github.com/denatourumrah
> https://readthedocs.org/projects/denatourumrah
> https://www.kdpcommunity.com/s/profile/005f4000002iq6b
> https://disqus.com/by/denatourumrah
> https://gitlab.com/denatourumrah
> https://labs.maarch.org/denatourumrah
> https://gitlab.nektar.info/denatourumrah
> https://savannah.gnu.org/people/resume.php?user_id=123697
> https://www.surveymonkey.com/r/KPYCC5P

Itulah kalimat talbiyah yang perlu anda gemakan di hati kita supaya niat berangkat umroh dapat terus menggelora. Kalimat tersebut pun selalu anda dengar di tanah air bilamana kita menghadiri walimatussafar saudara atau tetangga yang bakal berangkat ibadah umroh dan haji. Untuk mereka yang segera berangkat ke Tanah Suci, tentunya menikmati kesyahduan tersendiri ketika mengumandangkannya. Hatinya bakal bergetar penuh kecintaan dan syukur. Sudah terbayang di pikiran mereka perjalanan yang sarat nikmat ke Baitullah.

Baca juga : Manfaat Beribadah Umroh Di Saat Usia Muda

Lantas apa yang terbersit di pikiran kita yang baru berniat di hati dan belum dapat berangkat? Hambar? Biasa-biasa saja? Atau terdapat perasaan lain? Ingin menyusul mereka segera? Semoga yang terakhir ialah jaawabannya. Semoga segera bias menyusul mereka.




Lihat juga :
> https://www.dell.com/community/user/viewprofilepage/user-id/3477171
> https://www.emailmeform.com/builder/form/HdbN38365ZfMT0X
> https://www.lexisnexis.com/lextalk/members/denatourumrah/default.aspx
> http://www.gamcare.org.uk/users/denatourumrah
> https://speakerdeck.com/denatourumrah
> https://www.liveinternet.ru/users/denatourumrah
> https://gitlab.cs.univie.ac.at/denatourumrah
> https://www.intensedebate.com/people/denatourumrah
> https://framasphere.org/people/4549b780427001364db42a0000053625
> https://www.wantedly.com/users/71650996

Bagi saya sendiri, dengan latar belakang pemahaman keislaman family yang pas-pasan, krenteg hendak naik haji atau berumroh baru terbersit ketika ikut ngaji. Itu pun hanya letupan-letupan kecil yang timbul tenggelam. Hingga saya mulai bekerja keinginan tersebut masih redup tak terpelihara. Bahkan tidak jarang hilang dan tidak terpikir lagi sama sekali. Tertutupi oleh kegiatan mencari rejeki dunia. Ya…saya memang baru sebatas ingin. Sebuah pancaran sekedar hendak naik haji dam umroh saja. Belum mengarah ke kata “ingin” sesungguhnya, “ingin sekali” atau “cita-cita” inginkan naik haji atau umroh. Apalagi mengarah ke berniat naik haji, masih paling jauh.

Keinginan guna naik haji atau berangkat umroh, seberapapun kecilnya, saya kira telah menjadi fitrah manusia. Khususnya umat muslim yang taat di semua planet bumi ini. Karena kemauan naik haji atau berangkat umroh adalahpanggilan hati nurani dalam upaya mendekatkan diri untuk Rabbi empunya jiwa dan raga ini. Namun kemauan naik haji atau berangkat umroh, meski melulu sebesar biji zarrah atau sekecil atom ialah modal yang paling berharga. Bisa dibayangkan bila anda sebagai muslim, tak secuil atom juga memiliki kemauan naik haji atau berangkat umroh. Sungguh nestapa dan mengenaskan.

Ingin berangkat umroh dalam kontek umum, memang agak lain dengan kontek judul film Emak Ingin Naik Haji. Yang kesatu ialah hanya sebatas ingin. Sementara dalam film tersebut, Emak telah memiliki kemauan yang besar. Emak sudah berangan-angan dan mematri di hatinya untuk dapat naik haji. Bahkan Emak telah berniat naik haji, bukan sekedar hendak naik haji. Berdasarkan keterangan dari saya sih…ingin berangkat umroh bertolak belakang dengan berniat umroh. Banyak diantara anda mencampur-adukkan keduanya.

Lihat juga :
> https://bible.org/users/denatourumrah
> https://www.threadsmagazine.com/profile/denatourumrah
> http://languagebox.ac.uk/profile/7164
> https://about.me/denatourumrah
> http://pixelhub.me/denatourumrah
> https://twinoid.com/user/9762833
> https://framagit.org/denatourumrah
> https://colivre.net/denatourumrah/wisata-muslim-australia-tour-idul-fitri
> https://www.referralkey.com/denatourumrah
> https://logopond.com/denatourumrah/profile/293809

Misalnya anda ditanya seorang rekan atau ustadz, “Ingin berangkat umroh, enggak?”

Jawabnya tentu kor. “Ingiiin!”

Namun ketika ditanya, “Sudah berniat berangkat umroh?” Jawabnya tidak jelas, dengan beragam dalil sebagai ganti kata “belum” atau “nanti dulu”.

Ungkapan “ingin” (sekedar lamis, hanya di bibir, suatu ungkapan datar-datar saja) berangkat umroh, menurut keterangan dari saya, melulu sekedar impian bolong. Terwujud syukur, tidak terwujud pun tak bersedih. Tidak terdapat action apa-apa. Ya, serupa-serupa dengan nato (not action talk only) atau omdo (omong doang). Keinginan itu tidak dipedulikan saja apa adanya, tanpa diasuh atau dilanjutkan dengan perbuatan apapun. Meski ini juga patut disyukuri daripada hampa tak mempunyai harapan sama sekali. Sementara niat, telah masuk ke relung hati dan terpahat. Selanjutnya dibuntuti sebuah action. Suatu rencana etape demi tahap cocok kemampuannya, lahiriyah dan bathiniyah.

Langkah simpel misalnya, ya membuka simpanan haji dan umrah. Menghadiri undangan walimatussafar tetangga, kawan dan kolega, atau pengajian seputar haji dan umroh. Membaca buku-buku haji umroh dan mengekor berita-berita umrah. Juga ikut (bukan ikut-ikutan) manasik haji dan umrah.

Ada yang lebih gampang lagi. Beli poster gambar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, kemudian pasang di lokasi yang gampang dipandangi, biar kecintaan hati menggelora. Biar rasa hendak tadi berubah jadi hendak banget sampai-sampai menggedor-gedor hati guna mulai melangkah. Mengalami metamorphosa menjadi niat yang menggebu-gebu. Tips satu ini kita boleh tersenyum (aneh) alias tak percaya. Tapi saran saya, jajaki saja lakukan! Insya Allah Anda bakal memetik keajaiban.

Namun pasti saja niat ibadah umroh tidak jarang kali disandarkan untuk Allah SWT semata, bukan untuk yang lain. Bukan sebab hati merasa panas, terdapat seorang bawahan dan tetangga yang berangkat umroh. Bukan pun karena merasa malu diakibatkan seluruh keluarga telah berumroh. Atau karena hendak mendapat status di lingkungan lokasi kerja, lokasi dinas atau di lingkungan lokasi tinggal.

Apakah terdapat orang berangkat umroh dan haji, sebab salah satu hal diatas? Jawabnya, tidak jarang kali ada. Karena itulah tugas syaitan, untuk tidak jarang kali menggoda manusia supaya niat-niat mulia menjadi terbelok. Misalnya, seseorang yang inginkan berangkat umroh atau haji, melangsungkan acara walimatussafar besar-besaran. Memasang tenda dan mengundang seluruh tetangga dan majelis taklimnya. Nah, pada ketika hari H berangkat ternyata Allah SWT memutuskan lain. Rombongan umrohnya tidak berangkat sebab satu dan beda hal.

Lihat juga :
> http://myfolio.com/denatourumrah
> https://www.fontshop.com/people/dena-tour-umrah
> http://en.clubcooee.com/users/view/denatourumrah
> https://bandcamp.com/denatourumrah
> http://www.dannychoo.com/en/profile/denatourumrah
> https://slides.com/denatourumrah
> https://www.behance.net/denatourumrah
> https://medium.com/@denatourumrah
> https://sketchfab.com/denatourumrah
> https://codepen.io/denatourumrah

Orang itu merasa malu luar biasa. Sehingga sejumlah hari tidak mau terbit rumah, tidak mengekor sholat berjamaah dan tidak jarang kali marah-marah untuk keluarga. Inilah di antara ujian Allah SWT, benarkah niat anda berangkat umroh melulu karena Allah SWT? Bukan karena hendak mendapat pujian semua tetangga? Niat baik memang selalau dicegat oleh pasukan syaiton.

Bagaimana, apakah Anda telah menancapkan niat naik haji atau berangkat umroh karean Alloh SWT? Bila telah alhamdulillah. Mari anda jaga niat itu dengan action nyata, sesuai keterampilan kita. Minimal laksana apa yang saya kerjakan diatas. Bila guna naik haji masih terbayang jauh, paling tidak ayo kita niatkan untuk dapat berangkat umroh secepatnya.

“Ya Allah, ijinkan hambamu dapat melaksanakan ibadah umroh mendatang. Aamiin”.

Selain Itu Denatour Juga Melayani Segala Tour dan Umroh dibawah ini :
Umroh tahun Baru VIP
Umroh Desember VIP
Umrah Promo Tahun Baru
Umroh Promo Desember
Umroh Turki Tahun Baru
Umroh Dubai Tahun Baru
Umroh Al Aqsa Tahun Baru
Umroh Plus Rusia Scandinavia
Umroh plus Eropa Tahun Baru
Umroh plus Spain Maroco
Tour Eropa Muslim Promo
Tour Turki Promo
Tour Turki Cairo Alexandria
Tour Korea Korea Muslim
Tour Jepang Muslim Tahun Baru
Tour China Muslim Tahun Baru
Tour Korea Uzbekistan
Tour Amerika Muslim
Tour Australia Muslim
Tour Hongkong Shenzen Macau
Tour Amerika Canada
Tour Australia New Zealand
Tour Rusia Balkan

Untuk keterangan umroh desember 2018 lebih lanjut, Silakan Kontak Dena Tour Travel (Berpengalaman 23 Tahun) : Jl. Condet Pejaten No. 16, Pejaten Barat, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12510

(Chat WhatsApp) Abdullah HP – WA : 0878-7745-7475 atau Khusnul HP – WA : 0813-1649-3669 atau ask@denatours.com

Web Web Resmi Kami :
https://www.denaumrah.com
https://www.denaumroh.com
https://denatour.co.id



  • Artikel (Umroh)dari kategori yang sama


    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Niatkanlah Menjalankan Ibadah Umroh Ibadah Kepada Allah SWT
      Komentar(0)